Surga Para Surfer di Ujung Barat Sumatera

Yellowww travelholic, sekarang giliran surganya surfing yuk yang kita kulik – kulik 🙂

Kepulauan Mentawai, gugusan pulau – pulau indah ini terletak di sebelah barat Pulau Sumatera dan di tengah – tengah Samudera Hindia. Kabarnya Kepulauan Mentawai merupakan puncak dari gugusan pegunungan tua yang terletak di bawah laut.

Kepulauan Mentawai terdiri dari sejumlah pulau, empat diantaranya adalah yang terbesar yaitu Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara dan Pagai Selatan.

Kepulauan Mentawai sendiri masuk ke Provinsi Sumatera Barat, karena terpisahkan oleh Samudera Indonesia kebudayaan suku Mentawai sangat berbeda dengan suku Minang. Suku Mentawai memiliki kesamaan budaya dengan suku Nias & Enggano, yaitu budaya proto melayu.

Diperkirakan Kepulauan Mentawai sudah ada sejak lima ratus ribu tahun yang lalu, penduduknya masih banyak yang menganut aninisme. Tato di sekujur tubuh menjadi tradisi khas suku ini. Namun sejak
tahun 1950an tradisi ini sudah berkurang, dikarenakan ajaran agama yang melarang merajah tubuh.

Suku Mentawai kebanyakan berasal dari Pulau Siberut dan memiliki kebudayaan zaman neolitikum.

Pada tahun 1999, Kepulauan Mentawai resmi menjadi Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan Ibukotanya Tuapejat yang terletak di Pulau Sipora. Pulau Sipora sendiri merupakan pulau terkecil namun yang paling berkembang, pulau ini terletak di tengah – tengah antara Pulau Siberut dan Pulau Pagai Utara.

Nah, Kepulauan Mentawai ini memiliki +/- 40 spot surfing, kejuaraan surfing bertaraf internasional sering diadain di sini. Beberapa spot nya memiliki gulungan yang masuk dalam kategori extreme..dan masuk dalam 3 terbaik di dunia setelat Hawaii dan Haiti…wiiihhhh..*salut*

Ini dia spot surfing yang paling ramai antara lain yaitu Pulau Roniki, Pulau Masokut, Pulau Karangmajat, Pulau Silabu, Pulau Sibigeu, Pulau Sibarubaru, Desa Mapadegat, Pulau Potoutougat, Pulau Potoijat, Pulau Muko, Desa Betumonga dan Dusun Katiet.

Travelholic sebaiknya datang pada bulan Juli s/d Agustus karena ombak di Kepulauan Mentawai bisa mencapai 7 meter.

Dan ini yang paling penting nih yang travelholic harus tau…Pulau Siberut ditetapkan sebagai salah satu cagar biosfer oleh UNESCO pada tahun 1981. Pusat Primata Universitas Gottingen, Jerman bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor mendirikan Proyek Konservasi Siberut. Mau tau alasannya? Nih, di Pulau Siberut terdapat empat primata endemik khas Mentawai yaitu Monyet Ekor Babi (Simias Concolor), Siamang Kerdil (Hylobates Klosii), Lutung Mentawai (Presbytis Potenziani), dan beruk mentawai (Macaca Pagensis).

Akses paling mudah ke Kepulauan Mentawai adalah melalui kota Padang, Sumatera Barat. dari kota Padang travelholic bisa menumpang KM. Ambu-ambu dengan rute padang-Sipora setiap hari Senin, dan Padang-Sikakap setiap hari Rabu dan Jumat. KM. Sumber Rezaki Baru dengan rute Padang-Muara Siberut setiap hari Senin dan Rabu, Padang-Sipora (Rabu) dengan rute Bungus-SIpora (Sabtu). Semua kapal bertolak dari Muara Padang antara jam 18.00 s/d 20.00 Wib.

Selain KM Ambu – ambu travelholic juga dapat menyewa kapal carteran yang disediakan oleh perusahaan swasta lainnya. Sayangnya tidak ada kendaraan darat dari Mentawai, khususnya Siberut. Transportasi yang tersedia hanya motor, tarifnya tergantung pada jarak tempuh.

Alternatif lain yaitu melalui jalur udara, penerbangan dari Bandara Minangkabau, Padang ke Bandara Rokot, Sipora setiap selasa dan kamis oleh Sabang Merauke Air Charter (SMAC) juga siap melayani travelholic yang hendak berkunjung ke pulau ini.

Untuk akomodasi di Mentawai sudah banyak yang bagus – bagus karena daerah ini sudah ramai oleh investor asing *antara iba dan senang*

Jadi travelholic, ayooo ke Kepulauan Mentawai…datang dan rasakan surganya surfer ujung barat Sumatera.. 🙂

@hijabpacker

No Responses

Reply