Panjat Pinang sebuah ironi di tengah kemeriahan

panjat pinangHari kemerdekaan bangsa kita atau tujuhbelasan biasa dirayakan oleh segenap masyarakat Indonesia, maka sering disebut juga dengan pesta rakyat.

Dalam pesta rakyat ini, diisi dengan tradisi perlombaan mulai dari lomba makan kerupuk, tarik tambang, balap karung dan banyak lagi tentunya.

Salah satu jenis perlombaan yang menjadi favorit di masyarakat kita adalah panjat pinang, karena dalam lomba ini mengundang banyak kelucuan dan tawa.

Dalam lomba ini, sebatang pohon pinang yang sudah ditebang dihaluskan dan dilumuri dengan pelumas_biasanya oli hingga licin, kemudian batang ini didirikan di atas tanah lapang. Di atas batang pinang ini dipasang lingkaran yang terbuat dari buluh bambu dan digantungkan berbagai hadiah menarik. Kemudian, di puncaknya dipasangkan bendera merah putih.

Nah pesertanya biasanya terdiri dari 5-7 orang yang akan bergantian memanjat untuk memperebutkan hadiah.

Memang perlombaan panjat pinang ini lucu dan menghibur sekali, karena tingkah laku para pesertanya yang bersusah payah memanjat untuk mendapatkan hadiah. Apalagi kalau penontonnya sudah mulai melemparkan komentar-komentar yang konyol 🙂

Tapi travelholic, tau ga awaln mulanya perlombaan ini? Jadi perlombaan panjat pinang ini awalnya  diciptakan sebagai hiburan khusus di jaman penjajahan Belanda.

Biasanya perlombaan panjat pinang diadakan pada saat acara-acara besar orang-orang Belanda, biasana pernikahan, pengakatan pejabat dan lainnya. Pesertanya tentu saja orang-orang pribumi, dan hadiah yang disediakan berupa sembako seperti beras, gula, keju, pakaian dan sebagainya yang bagi kalangan pribumi merupakan barang mewah.

Sementara orang-orang pribumi bersusah payah memperebutkan hadiah dengan segala cara, orang-orang Belanda beserta keluarganya tertawa terbahak-bahak dan bergembira menyaksikan “penderitaan” si peserta lomba yang “berjuang”.

Ironis yah, perlombaan yang tidak manusiawi  ini masih saja diadakan yang malah bertepatan dengan hari ulang tahun kemerdekaan bangsanya sendiri 🙂

Coba bayangkan berbahayanya perlombaan ini, batang-batang pinang yang dilumuri pelumas biasanya juga ditempeli pasir, yang bisa membuat lecet kaki para peserta. Belum lagi resiko terpleset, jatuh, keselo atau bahkan patah kaki yang mengancam.

Belum lagi betapa mubazir nya batang pohon pinang yang sudah terpakai. Batang-batang pohon pinang sengaja ditebang hanya untuk menyelenggarakan permainan yang tidak manusiawi, sia-sia 🙁

Namun, ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa perlombaan ini menunjukan kemauan bekerja keras dan kemampuan bekerja sama diantara para pesertanya.

Well, menurut gw untuk banyak cara lain untuk menunjukan kerja keras dan kerja sama daripada nebangin pohon yah 🙂

sumber gambar : foto.news.viva.co.id

@hijabpacker

Reply