Tarsius Si Hantu yang Langka

Tarsius atau monyet hantu sering disebut sebagai monyet terkecil di dunia, tapi sebenernya Tarsius ini bukan monyet loh 🙂

Tarsius Tarsier, Tarsius Sulawesi, Tarsius adalah hewan primata terkecil di dunia yang sekarang sudah
langka dan hanya di temukan di pulau-pulau di Asia Tenggara. Tarsius
hidup di pohon-pohon. Mereka memiliki tubuh kecil dengan mata yang
sangat besar. Bola matanya berukuran lebih besar dari keseluruhan
otaknya. Makanya Tarsius bisa melihat dengan baik pada malam hari, tapi
lucunya kalau di siang hari Tarsius ga bisa melihat dengan baik:)

Tarsius Tarsier, Tarsius Indonesia, Tarsius SulawesiTulang tarsus di kakinya sangat panjang, oleh karena itu hewan ini di
sebut Tarsius. Panjang tubuhnya 10 sampai 15 cm, namun kaki belakangnya
hampir dua kali panjang tubuhnya. Ekor Tarsius yang ramping panjangnya
kira-kira 20-25 cm. Bulu tarsius sangat lembut dan mirip beludru yang
bisanya berwarna cokelat abu-abu, cokelat muda atau kuning-jingga muda.

 

Tarsius juga memiliki kepala yang unik karena mampu berputar hingga 180
derajat ke kanan dan ke kiri seperti burung hantu. Telinga satwa langka
ini pun mampu digerak-gerakkan untuk mendeteksi keberadaan mangsa

Diperkirakan ada 9 jenis Tarsius di dunia, 7 jenis di antaranya hidup di
Pulau Sulawesi dan sisanya di Filipina Barat.

Tarsius Tarsier dan Tarsius Pumilus adalah 2 jenis yang paling dikenal
di Indonesia. Habitat mereka adalah hutan-hutan Sulawesi Utara hingga
Sulawesi Selatan, juga pulau-pulau di sekitar Sulawesi.

Populasi Tarsius Tarsier diperkirakan tersisa 1.800. Ini menurun drastis
jika dibandingkan 10 tahun terakhir dimana jumlah satwa ini masih
berkisar 3.500 ekor. Bahkan untuk Tarsius pumilus sudah jarang sekali
ditemukan lagi. 🙁

Penurunan populasi dikarenakan rusaknya hutan sebagai habitat utama.
Selain itu Tarsius juga ditangkap masyarakat untuk dikonsumsi dalam
pesta anak muda sebagai camilan saat meneguk minuman beralkohol 🙁

Binatang langka yang unik ini juga sangat sulit untuk dikembangbiakan di
luar habitatnya. Tarsius tidak pernah sukses membentuk koloni pembiakan
dalam kurungan, dan bila dikurung, Tarsius melukai dan bahkan membunuh
dirinya karena stres.
source : wikipedia

@hijabpacker – love Tarsius xoxo

No Responses

Reply