Gedung Sate, Mengenang Saksi Sejarah Kejayaan Bandung

Gedung Sate sebenarnya bukan merupakan sebuah gedung dengan bentuk seperti sate atau yang menjual beragam jenis sate. Bangunan bersejarah yang berada di pusat kota Bandung ini dinamakan Gedung Sate karena memiliki ciri khas yang unik, yakni ornamen 6 tusuk sate yang terdapat di atas menara sentral. Enam tusuk sate ini menunjukan biaya yang digunakan untuk membangun gedung berwarna putih ini yakni, 6 juta Gulden.
Gedung yang dididirikan pada tahun 1920 ini digunakan sebagai pusat pemerintahan kota Bandung sekaligus menjadi salah satu tempat wisata yang sering dikunjungi. Gedung yang memiliki keindahan dan kemegahan arsitektur ini seringkali digunakan sebagai lokasi pengambilan gambar, baik untuk kenang – kenangan, foto pengantin, maupun film
Memasuki Kawasan Gedung Sate
Anda dapat memasuki kawasan Gedung Sate hanya di sekitar bangunannya saja. Apabila ingin masuk ke dalamnya, maka Anda harus memiliki izin terlebih dahulu yang bisa diperoleh dengan mengikuti prosedur yang berlaku. Hal pertama yang akan Anda lihat saat memasuki bangunan Gedung Sate ialah seperangkat gamelan Sunda yang akan dimainkan hanya pada acara tertentu saja, seperti menjamu tamu spesial atau acara negara.
Di lantai 4 terdapat ruangan yang digunakan untuk menjamu tamu spesial atau acara kenegaraan. Di dalamnya terdapat teropong, foto – foto kegiatan gubernur, serta berbagai cinderamata dan prasasti dari provinsi Jawa Barat. Sementara ruangan lainnya hanya area perkantoran biasa.
Misteri Gedung Sate
Berikut ini merupakan beberapa misteri yang sering menjadi perbincangan warga kota Bandung dari gedung berumur 1 abad ini :
1.    Lorong rahasia Gedung Sate, terdapat cerita tentang adanya sebuah lorong rahasia di bawah tanah yang menghubungkannya Sate dengan Gedung Pakuan.
2.    Arsitek Gedung Sate, banyak orang yang beranggapan bahwa Gerber bukan lah perancang gedung ini, melainkan arsitek lain.
3.    Sosok misterius penghuni Gedung Sate, sosok kakek botak dengan jenggot panjang pernah terlihat di dalam bangunan ini namun kemudian menghilang dalam sekejap.
4.    Pohon angker, pohon besar di halaman belakang Gedung Sate konon ada penghuninya. Seorang pedagang pernah buang air kecil di pohon ini, lalu mengalami gangguan selama 4 hari.
5.    Jenazah yang tertinggal, Konon dulu terdapat 7 jenazah yang terkubur di halaman Gedung Sate. Kemudian jenazah tersebut dikuburkan kembali di Taman Makam Pahlawan Cikutra. Namun para penjaga gedung masih merasakan kehadiran pemuda berpenampilan kuno yang sedang berjalan – jalan di dalam kawasan gedung saat hari telah gelap.
Lokasi Gedung Sate
Gedung Sate terletak di Jalan Diponegoro Nomor 22, Bandung. Gedung ini berdekatan dengan Museum Geologi Bandung. Jika Anda berencana pergi berkunjung dengan menggunakan angkot, maka naik lah angkot dari perempatan Jalan Ir. H. Juanda dan Jalan Sulanjana dengan jurusan Cicaheum dan turun di depan Gedung Sate.
Jam Buka Gedung Sate
Gedung Sate terbuka untuk umum hanya pada hari libur dan akhir pekan saja, namun harus memdapatkan izin dari staf keamanan terlebih dahulu. Di depan kawasan ini biasanya terdapat pasar kaget yang menawarkan berbagai jenis barang dengan harga yang murah.

Reply