Pulau Berhala, Halaman Terluar Indonesia Yang Tak Kalah Mempesona Dari Belitung

Penasaran gimana rasanya wisata di pulau terluar Indonesia? Nih, cobain deh berkunjung ke Pulau Berhala, pulau mungil nan indah dengan pesona pantai tropisnya yang berpasir putih bersih.

Pulau Berhala ini terletak di Selat Malaka, di antara perbatasan terluar bagian utara Indonesia dan selatan Malaysia. Pulai ini masuk dalam administrasi Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Nah, kalau Travelholic datang berkunjung ke Pulau Berhala, Travelholic diwajibkan melapor pada petugas yang berjaga, yaitu Marinir Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berjaga di sana.

Lantaran letak Pulau Berhala ini ngga terlalu jauh loh dari kota Medan, ibukota Provinsi Sumatera Utara, jadi, banyak sekali kapal yang melayani tujuan penyebrangan ke Pulau Berhala.

Untuk mencapai Pulau Berhala ini, ada tiga alternatif. Pertama, kalau Travelholic berangkat dari Medan, lalu mengambil bus menuju kecamatan Tanjung Beringin yang memakan waktu kurang lebih 2 jam. Lalu dilanjutkan menyewa kapal nelayan menuju Pulau Berhala. Perjalanan menempuh kurang lebih 3 sampai 4 jam.

Alternatif ke dua, Travelholic bisa berangkat dari Medan menggunakan bus dan kemudian turun di jalan raya Sei Rampah, perjalanan kira-kira sekitar satu jam. Kemudian dengan menggunakan angkutan umum atau ojek motor, menuju perkampungan nelayan. Nah, dari perkampungan nelayan ini, Travelholic bisa menyewa kapal nelayan untuk menyebrang ke Pulau Berhala. Perjalanan kurang lebih sama yaitu sekitar 3 hingga 4 jam.

Dan untuk alternatif yang ketiga adalah Travelholic bisa berangkat dari Belawan, Medan. Dari Belawan, kamu bisa menuju Pangkalan Kapal Tanjung Beringin, Serdang Bedagai, lalu menggunakan boat menuju ke Pulau Berhala dengan lama perjalanan sekitar 2 jam.

Untuk sewa kapal atau boat biasanya dikenakan biaya sekitar Rp. 800 ribu sampai dengan Rp. 1,5 juta, jadi untuk menghemat biaya, Travelholic sebaiknya datang dengan rombongan.

Dengan luas sekitar 14,75 hektar are, banyak sekali aktivitas yang bisa Travelholic lakukan ketika berwisata di Pulau Berhala ini. Untuk kamu para penggila fotografi, Pulau Berhala bisa menjadi salah satu objek fotografi yang ngga ada habisnya. Mulai dari kecantikan pantainya yang berbatu-batu besar serta berpantai putih bersih, beberapa benda peninggalan masa lalu, serta spot-spot historisnya seperti mercusuar.

Ya, di Pulau Berhala terdapat menara mercusuar, yang digunakan untuk memantau keamanan perbatasan wilayah. Untuk mencapai puncak menara, kamu harus menaiki sekitar 833 anak tangga, sedikit melelahkan memang, tapi semuanya akan terbayar dengan panorama yang bisa kamu lihat dari puncak menara. Garis pantai yang putih kontras dengan birunya air mampu menyihir kita untuk ingin tetap berada di puncak menara mercusuar.

Pulau Berhala, Sumatera Utara Indonesia

Pulau Berhala, Sumatera Utara Indonesia

Di sisi-sisi pantainya teradapat bukit karang yang menjulang tinggi, diselingi dengan pepohonan hijau yang rimbun. Bawah laut Pulau Berhala juga menyajikan eksotisme keberagaman jenis ikan serta terumbu karang yang beraneka warna. Tercatat sekitar 22 spesies terumbu karang serta 11 jenis ikan karang yang warna warni bisa kamu lihat dari permukaan, karena airnya yang biru jernih, kedalaman menyelam terbaik bisa sampai dengan 25 meter.

Oh iya, di Pulau Berhala juga terdapat penangkaran dan budi daya penyu loh. Penangkaran ini dikelola dengan baik oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Serdang Bedagai. Biasanya pada awal dan akhir tahun penyu-penyu akan singgah di pulai ini untuk bertelur. Jadi, kalau Travelholic mau melihat dan mengabadikan saat penyu bertelur di tepian pantai, sebaiknya berkunjunglah di awal atau akhir tahun, dan sudah pasti harus di malam hari ya.

Walau Pulau Berhala hanya didiami oleh beberapa anggota Marinir TNI saja, tapi pulau ini sudah memiliki akses penginapan dengan fasilitas yang memadai kok. Namun, buat kamu yang punya jiwa petualang, bisa juga mendirikan tenda di atas pantai.

Di Pulau Berhala juga tidak tersedia aliran listrik, untuk penerangan masih mengandalkan tenaga genset. Selain itu di pulau ini tidak ada sinyal sama sekali, jadi bisa dipastikan kalau Travelholic berlibur di Pulau Berhala akan merasa sangat tenang dan hening deh, karena ngga terganggu oleh dering suara hand phone.

Jadi tunggu apa lagi? Yuk, datang ke Pulau Berhala, surga nan damai di tapal batas NKRI.

 

@hijabpacker – maju terus NKRI

Reply