Pemandian Air Panas Ciater, Tempat Asyik Untuk Berlibur

Apakah kamu pernah berlibur bareng keluarga sambil terapi kesehatan? Belum pernah? Hmm.., kamu mesti cobain ke sini..

Ciater adalah salah satu tempat wisata yang terkenal di Kabupaten Subang, dan pengunjung yang datang ke sini tidak hanya dari warga lokal saja, tapi dari seluruh penjuru kota besar di Indonesia, bahkan tidak sedikit turis asing yang berkunjung ke sini loh.

Selain bisa menikmati air panas dengan cara berendam, pengunjung pun bisa mencoba wisata kuliner khas daerah ini. Kedua menu makan andalan khas Ciater seperti sate dan sop kelinci ini merupakan hidangan yang wajib untuk dicoba. Oh yah, pastikan juga untuk menyempatkan diri berbelanja buah nanas yang rasa manis sekali, cocok loh buat oleh-oleh.

Keberadaan Pemandian Air Panas Ciater yang letaknya tidak terlalu jauh dari Gunung Tangkuban Perahu, membuat tempat ini menjadi asri dan cantik. Nah, karena letaknya juga dekat dengan gunung berapi, maka kawasan ini memiliki sumber air panas alami yang berasal dari kawah aktif gunung di tanah Pasundan tersebut. Selain dialirkan ke pemandian Ciater, air yang mengaliri sungai sepanjang 2000 meter juga dimanfaatkan untuk kepentingan irigasi lahan persawahan warga. Nah, berikut ini ulasan lengkap dari tempat asyik untuk berlibur di Pemandian Air Panas Ciater.

Pemandian Air Panas Ciater

Pemandian Air Panas Ciater

Lokasi dan Akses Menuju Objek Wisata

Pemandian Air Panas Ciater berada di Kabupaten Subang, tepatnya di perbatasan antara Kota Bandung dan Subang. Akses menuju ke Kecamatan Ciater juga bisa ditempuh melalui Kota Lembang karena letaknya yang saling berdampingan. Untuk kamu yang berasal dari luar Kota Bandung, maka bisa lebih dulu melalui jalan udara maupun darat. Namun sebaiknya jika kamu datang dari Kota Jakarta, cobalah mengambil rute perjalanan Jakarta-Ciater yang bisa ditempuh lewat Puncak atau jalur Tol Cikampek-Bekasi.

Fasilitas dan Biaya Retribusi

Ketika berlibur ke Pemandian Air Panas Ciater, kita bisa menjumpai berbagai fasilitas yang ada. Di sinilah tersedia fasilitas cukup memadai mulai dari Ciater Spa Resort, Puspa Sari Hotel, Spa and Restaurant hingga Gracia Spa Resort Hotel. Bukan hanya itu, di kawasan tempat wisata terdapat wahana bermain anak, lokasi outbond, kolam pemancingan, camping ground, dan fasilitas olahraga. Sementara itu, untuk masuk ke area wisata kamu cukup membayar biaya retribusi sebesar Rp. 28 ribu. Namun untuk menikmati berendam di kolam air panas kita harus membayar tiket sebesar Rp. 80 ribu. Selain kolam pemandian air panas tadi, kita juga dapat menikmati kolam pemandian yang lebih sederhana dengan tarif sekitar Rp. 20 ribu sampai dengan Rp. 55 ribu saja.

Pemandian Air Panas Ciater

Pemandian Air Panas Ciater

Kegunaan Pemandian Air Panas Ciater

Air yang mengalir dari kawah gunung rupanya dijadikan sebagai kolam pemandian sekaligus pengairan sawah. Pemandian air panas ini memiliki suhu sekitar 37 sampai 42 derajat Celcius dan terbukti mengandung kalsium, magnesium, chloride, sulfat, thermo, mineral, serta hypertherma. Dengan suhu dan kandungan mineral di dalamnya, air panas di pemandian Ciater dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit, dan juga berfungsi sebagai sarana terapi rematik maupun gangguan syaraf lainnya.

Pemandian Air Panas Ciater

Pemandian Air Panas Ciater

Pemandian Air Panas Ciater, Tempat Asyik Berlibur

Sumber air panas memiliki luas hingga mencapai 30 hektar, baik untuk dinikmati bentuk kolam sederhana maupun kolam luas khusus berenang. Kita pun bisa berendam di kolam air panas sembari menikmati keindahan pegunungan yang menyegarkan mata. Nah untuk yang menginginkan berendam dengan suasana yang lebih privat, tersedia juga kolam private yang lebih leluasa. Dan untuk yang ingin bermalam di kawasan Pemandian Air Panas Ciater juga telah tersedia juga fasilitas bungalow di sini.

Dengan kenyamanan fasilitas yang disediakan, lokasi Pemandian Air Panas Ciater ini memang sangat cocok sebagai salah satu destinasi wisata bareng keluarga dan teman-teman kan? Jadi kapan kamu ke sini?

@hijabpacker – destination is not about the place

One Response

Reply